Omzet Melesat Cepat. Mau Tahu Rahasianya?

Akhir-akhir ini saya kedatangan banyak pertanyaan dari sahabat, pertanyaannya hampir seragam, yaitu, "Kenapa saat ini banyak sekali anak muda yang usianya baru dikisaran 20 tahun, tapi bisnisnya berhasil meraih omzet ratusan juta rupiah dengan cepat?"

Kenapa bisa seperti itu?

Salah satu hal yang saat ini banyak dilakukan oleh pebisnis muda untuk melejitkan bisnisnya adalah dengan sistem online.

Berikut saya jelaskan setidaknya 5 alasan kenapa kita harus membuat Toko Online (Website) :

1. Produk atau Jasa yang kita jual akan lebih mudah ditemukan.

Tak dapat dipungkiri, jika seseorang mencari sebuah solusi atau ingin membeli sebuah produk, mayoritas kita akan mencarinya di Google search.

Bayangkan jika Toko Online atau website kita bisa muncul di halaman satu Google, kemungkinan besar penjualan produk kita akan meningkat dan pembeli akan datang dari arah yang tak diduga daripada hanya berjualan di socmed.

2. Terhindar dari trend socmed dan lebih aman dari banned atau penghapusan.

Seperti yang kita ketahui, socmed adalah sebuah trend. Jika trend socmed sudah turun, maka penggunanya akan berpindah ke socmed yang lebih fresh.

Dulu Friendster yang menjadi raja, kemudian Yahoo Messenger, lalu muncul Facebook, Twitter, Path, dan sekarang pindah ke Instagram.

Bayangkan jika kita sebagai pebisnis online harus selalu memulai dari nol membangun database karena mengikuti tren socmed yang baru, lelah bukan?

Berbeda dengan website, dari dulu sampai sekarang tren website masih belum banyak berubah.

3. Lebih dipercaya calon pembeli.

Saat kita memiliki toko online dengan domain dan hosting sendiri, kita akan mendapat kepercayaan lebih dibandingkan hanya gratisan. Ibaratnya kita pedagang yang punya toko, bukan pedagang kaki lima.

Contoh Toko Online yang menggunakan domain sendiri :

enhaka.co.id, hotglass.co.id, sheikahijab.com, jellystuffs.com.

4. Branding produk atau jasa kita lebih mudah.

Berbeda jika hanya berjualan memakai socmed, dengan mempunyai Toko Online, branding kita akan lebih melekat kepada pelanggan.

Ingat, "Brand adalah sesuatu yang tertanam dibenak konsumen.”

5. Kita bisa menjual produk atau jasa kita 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Kelebihan yang paling penting adalah, dengan mempunyai Toko Online, kita bisa melakukan penjualan secara otomatis, semua transaksi bisa dikerjakan oleh sistem sesuai dengan yang kita inginkan, jadi tak perlu repot-repot untuk terus bertransaksi dengan pelanggan.

Meski kita sedang tidur, Toko Online kita akan tetap bekerja.

Kurang lebih itulah 5 alasan kenapa kita sebaiknya membuat Toko Online, agar bisnis kita everlasting dan bisa memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.

Advertisements

Akselerasi Untuk Pebisnis Muda

Mau akselerasi cepat? Ikuti tips berikut ini.

Pertama: FOKUS

Kebanyakan pengusaha pemula susah fokus. Jika kamu masih menjadi kutu lompat atau palugada, oke saja, tapi itu belum disebut pebisnis, melainkan sedang latihan bisnis. Ada saatnya kamu lulus dan menikahi salah satu, kemudian beranak pinak.

Pilih satu yang paling berpotensi dimasa sekarang dan mendatang. Saya tak akan mempermasalahkan hal passion-mu. Yang penting kamu mau menjalankan dengan penuh komitmen. Investor akan takut dengan pengelola yang tak fokus. Kecuali jika posisimu adalah investor (anak orang kaya), harus tak fokus.

Kedua: GUNAKAN INTERNET

Pemuda otaknya masih encer, harus melek teknologi. Kalau kamu berkata, "Aku gaptek..!”, ke laut aja sono..! ‪#‎PLAAKK
Internet adalah daya ungkit bisnis, menembus ruang dan waktu. Cek orang terkaya yang termuda (dibawah 40 tahun) di dunia, jika bisnisnya bukan warisan, bisa dipastikan akan bersentuhan dengan dunia online (internet).

Warren Buffet membutuhkan waktu 23 tahun untuk meraup US$ 1 juta pertama.
Bill Gates menempuhnya dalam 8 tahun.
Jeff Bezos (amazon), hanya perlu 3 tahun.

Saat ini sudah banyak pemuda yang meraih US$ 1 juta dalam waktu kurang dari 1 tahun. Media sosial salah satu akseleratornya.

Ketiga: HINDARI PRODUKSI

Anak muda kebanyakan belum matang secara kepemimpinan. Sangat lambat jika harus masuk ke ranah produksi. Alih dayakan produksi ke ahlinya. Indonesia berlimpah ‘tukang jahit’ (produsen), namun kekurangan pemasar (brand owner).

Generasi tua memproduksi, generasi muda memasarkan.

Keempat: PILIH PRODUK YANG BISA DI-ONLINE-KAN

Sebisa mungkin, pilih produk yang mudah didistribusikan secara online (dipaketkan). Jika produkmu susah dikirimkan (paket) keluar kota, maka akan terkendala distribusi. Mau tak mau harus membuka outlet fisik. Misalnya, puding, jika dipaketkan akan jadi bubur. Tentu membutuhkan outlet fisik. Akan relatif lebih rumit membangun saluran distribusi konvensional (offline), dibanding online.

Teknologi pangan dan packaging sudah sangat maju saat ini. Konsultasilah kepada ahlinya, untuk mendapat solusi meng-online-kan produkmu, jika belum.

Kelima: PILIH TARGET PASAR YANG MELEK INTERNET (NETIZEN)

Selaras dengan produk yang sebaiknya mudah dikirimkan, maka target pasarnya pun harus online, bukan offline lagi. Dengan kata lain, bidiklah mereka yang berusia belasan hingga 35 tahun (kebanyakan) dan aktif di media sosial. Para pelajar hingga mahasiswa bagus untuk memviralkan produkmu, tapi tak loyal terhadap merek tertentu. Sedangkan usia kerja (23 – 35 tahun) ‘berkurang’ viralnya, namun relatif lebih loyal dan mampu. Kombinasikan keduanya.

Ingat: Tips di atas hanyalah saran, bukan pantangan. Jika dipatuhi, maka akan relatif lebih cepat, dibanding jalan konvensional yang kau tempuh. Tentu saja kembali padamu. Jika sesuatu dikerjakan dengan sepenuh hati dan ketekunan, in syaa Allah sukses tinggal menunggu gilirannya.

Terus kalau buat orang tua? Kerjasamalah dengan anak muda..!

Inilah jaman keemasan bagi generasimu, dimana kamu akan relatif lebih cepat sukses dari orang tuamu. Wake up guys, "Run Forest, run run..!” (Forest itu siapa? Tanya mereka para ‘ababil’).