Tools Untuk Mencari Target Fb Ads

website ini menyajikan sebuah tools untuk mencari target di fb ads

silahkan berkunjung ke http://targetr.io/t56r56b686g6776

Advertisements

Anda tahu siapa penemu bola lampu pertama kalinya?

Ketika saya ditanyai hal serupa, jawab saya tentu Thomas Alva Edison. Sesungguhnya ia hanya mengembangkan sebuah eksperimen seorang fisikawan asal Inggris Joseph Wilson Swan.

Tahun 1860, Swan melakukan percobaan bola lampunya yang pertama dengan keterbatasannya pada saat itu, dan gagal. Tahun 1880, ia melakukan kembali percobaannya dengan menggunakan teknik yang berbeda namun jauh dari kata sempurna.

Pada akhirnya Swan tidak tertarik lagi akan percobaan bola lampunya, dalam kata lain dikenal dengan give up. Mucullah Edison yang melakukan 9.955 (angka ini saya dapat dari nationalgeographic.co.id) kali percobaan bola lampu pijar yang gagal menyala dan akhirnya berhasil.

Bayangkan 9.955 kali ia gagal, bagaimana jika Anda mengalami hal seperti Edison? Di angka berapa Anda akan menyerah? Apakah sama (mungkin) seperti halnya Swan?

Hal baik yang bisa di pelajari dari Edison, ia memiliki tujuan yang jelas dan terus menerus fokus pada goalnya, tidak seperti Swan. Dan juga, tidak selalu kita bisa jadi penemu pertama seperti Swan. Kita bisa meniru langkah Edison, menjadi peniru pengembang percobaan sebelumnya. Tapi ingat, unutk menjadi peniru Anda harus lakukan dengan all out dan tentunya haruslebih nge-hits ya.

Film-film Anti Mainstream yang akan Membuat Semangat Kerja Anda Bangkit Kembali

Hal apa yang bisa membuat Anda semangat bekerja setiap harinya? Pasti beragam ya jawabnya.

Kalau pertanyaan itu dikembalikan ke saya, saya akan menjawab menonton film. Percaya gak percaya, saya sudah membuktikannya loh, coba deh nonton film “The Pursuit of Happyness” yang diperankan oleh Will Smith. Selesai menontonnya pasti deh langsung bergelora dan gak sabar menunggu hari Senin tiba.

Bagi yang belum pernah menonton pasti penasaran filmnya bercerita tentang apa sih. Mau diceritain atau langsung di tonton? Baiknya sih langsung di tonton biar seru kheheheheeee.

Selain film The Pursuit of Happyness masih ada juga film-film bagus yang layak tonton untuk membangkitkan semangat kerja Anda yang mulai kendor.

Forrest Gump. Film ini meceritakan tentang arti hidup, proses perjalanan hidup. Diperankan oleh Tom Hanks yang tak usah diragukan lagi aktingnya dan akan membuat Anda terinspirasi kebaikan hati seorang Forrest Gump.

3 Idiots. Anda penyuka film Bollywood? Tentunya tak melewatkan judul film ini dong. Walau film Bollywood identik dengan adegan tari dan nyanyi, difilm ini Anda akan diajak untuk terus mengejar mimpi.

Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar. Berawal dari sebuah buku yang di layar lebarkan alias film dan juga based on true story. Merry Riana yang diperankan oleh Chellsea Islan akan memberi inspirasi kepada Anda bahwa hidup itu butuh perjuangan untuk dimenangkan, jangan mudah menyerah menggapai karir impian.

Kalau sudah menonton ke-3 film diatas dan semangat kerja belum mengencang kembali alias kendor, wah bisa dipastikan Anda harus ikut saran saya.

Omzet Melesat Cepat. Mau Tahu Rahasianya?

Akhir-akhir ini saya kedatangan banyak pertanyaan dari sahabat, pertanyaannya hampir seragam, yaitu, "Kenapa saat ini banyak sekali anak muda yang usianya baru dikisaran 20 tahun, tapi bisnisnya berhasil meraih omzet ratusan juta rupiah dengan cepat?"

Kenapa bisa seperti itu?

Salah satu hal yang saat ini banyak dilakukan oleh pebisnis muda untuk melejitkan bisnisnya adalah dengan sistem online.

Berikut saya jelaskan setidaknya 5 alasan kenapa kita harus membuat Toko Online (Website) :

1. Produk atau Jasa yang kita jual akan lebih mudah ditemukan.

Tak dapat dipungkiri, jika seseorang mencari sebuah solusi atau ingin membeli sebuah produk, mayoritas kita akan mencarinya di Google search.

Bayangkan jika Toko Online atau website kita bisa muncul di halaman satu Google, kemungkinan besar penjualan produk kita akan meningkat dan pembeli akan datang dari arah yang tak diduga daripada hanya berjualan di socmed.

2. Terhindar dari trend socmed dan lebih aman dari banned atau penghapusan.

Seperti yang kita ketahui, socmed adalah sebuah trend. Jika trend socmed sudah turun, maka penggunanya akan berpindah ke socmed yang lebih fresh.

Dulu Friendster yang menjadi raja, kemudian Yahoo Messenger, lalu muncul Facebook, Twitter, Path, dan sekarang pindah ke Instagram.

Bayangkan jika kita sebagai pebisnis online harus selalu memulai dari nol membangun database karena mengikuti tren socmed yang baru, lelah bukan?

Berbeda dengan website, dari dulu sampai sekarang tren website masih belum banyak berubah.

3. Lebih dipercaya calon pembeli.

Saat kita memiliki toko online dengan domain dan hosting sendiri, kita akan mendapat kepercayaan lebih dibandingkan hanya gratisan. Ibaratnya kita pedagang yang punya toko, bukan pedagang kaki lima.

Contoh Toko Online yang menggunakan domain sendiri :

enhaka.co.id, hotglass.co.id, sheikahijab.com, jellystuffs.com.

4. Branding produk atau jasa kita lebih mudah.

Berbeda jika hanya berjualan memakai socmed, dengan mempunyai Toko Online, branding kita akan lebih melekat kepada pelanggan.

Ingat, "Brand adalah sesuatu yang tertanam dibenak konsumen.”

5. Kita bisa menjual produk atau jasa kita 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Kelebihan yang paling penting adalah, dengan mempunyai Toko Online, kita bisa melakukan penjualan secara otomatis, semua transaksi bisa dikerjakan oleh sistem sesuai dengan yang kita inginkan, jadi tak perlu repot-repot untuk terus bertransaksi dengan pelanggan.

Meski kita sedang tidur, Toko Online kita akan tetap bekerja.

Kurang lebih itulah 5 alasan kenapa kita sebaiknya membuat Toko Online, agar bisnis kita everlasting dan bisa memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.

Akselerasi Untuk Pebisnis Muda

Mau akselerasi cepat? Ikuti tips berikut ini.

Pertama: FOKUS

Kebanyakan pengusaha pemula susah fokus. Jika kamu masih menjadi kutu lompat atau palugada, oke saja, tapi itu belum disebut pebisnis, melainkan sedang latihan bisnis. Ada saatnya kamu lulus dan menikahi salah satu, kemudian beranak pinak.

Pilih satu yang paling berpotensi dimasa sekarang dan mendatang. Saya tak akan mempermasalahkan hal passion-mu. Yang penting kamu mau menjalankan dengan penuh komitmen. Investor akan takut dengan pengelola yang tak fokus. Kecuali jika posisimu adalah investor (anak orang kaya), harus tak fokus.

Kedua: GUNAKAN INTERNET

Pemuda otaknya masih encer, harus melek teknologi. Kalau kamu berkata, "Aku gaptek..!”, ke laut aja sono..! ‪#‎PLAAKK
Internet adalah daya ungkit bisnis, menembus ruang dan waktu. Cek orang terkaya yang termuda (dibawah 40 tahun) di dunia, jika bisnisnya bukan warisan, bisa dipastikan akan bersentuhan dengan dunia online (internet).

Warren Buffet membutuhkan waktu 23 tahun untuk meraup US$ 1 juta pertama.
Bill Gates menempuhnya dalam 8 tahun.
Jeff Bezos (amazon), hanya perlu 3 tahun.

Saat ini sudah banyak pemuda yang meraih US$ 1 juta dalam waktu kurang dari 1 tahun. Media sosial salah satu akseleratornya.

Ketiga: HINDARI PRODUKSI

Anak muda kebanyakan belum matang secara kepemimpinan. Sangat lambat jika harus masuk ke ranah produksi. Alih dayakan produksi ke ahlinya. Indonesia berlimpah ‘tukang jahit’ (produsen), namun kekurangan pemasar (brand owner).

Generasi tua memproduksi, generasi muda memasarkan.

Keempat: PILIH PRODUK YANG BISA DI-ONLINE-KAN

Sebisa mungkin, pilih produk yang mudah didistribusikan secara online (dipaketkan). Jika produkmu susah dikirimkan (paket) keluar kota, maka akan terkendala distribusi. Mau tak mau harus membuka outlet fisik. Misalnya, puding, jika dipaketkan akan jadi bubur. Tentu membutuhkan outlet fisik. Akan relatif lebih rumit membangun saluran distribusi konvensional (offline), dibanding online.

Teknologi pangan dan packaging sudah sangat maju saat ini. Konsultasilah kepada ahlinya, untuk mendapat solusi meng-online-kan produkmu, jika belum.

Kelima: PILIH TARGET PASAR YANG MELEK INTERNET (NETIZEN)

Selaras dengan produk yang sebaiknya mudah dikirimkan, maka target pasarnya pun harus online, bukan offline lagi. Dengan kata lain, bidiklah mereka yang berusia belasan hingga 35 tahun (kebanyakan) dan aktif di media sosial. Para pelajar hingga mahasiswa bagus untuk memviralkan produkmu, tapi tak loyal terhadap merek tertentu. Sedangkan usia kerja (23 – 35 tahun) ‘berkurang’ viralnya, namun relatif lebih loyal dan mampu. Kombinasikan keduanya.

Ingat: Tips di atas hanyalah saran, bukan pantangan. Jika dipatuhi, maka akan relatif lebih cepat, dibanding jalan konvensional yang kau tempuh. Tentu saja kembali padamu. Jika sesuatu dikerjakan dengan sepenuh hati dan ketekunan, in syaa Allah sukses tinggal menunggu gilirannya.

Terus kalau buat orang tua? Kerjasamalah dengan anak muda..!

Inilah jaman keemasan bagi generasimu, dimana kamu akan relatif lebih cepat sukses dari orang tuamu. Wake up guys, "Run Forest, run run..!” (Forest itu siapa? Tanya mereka para ‘ababil’).